Akan Dipidana Sebar Telur Palsu

Jakarta – Kepala Satgas Pangan Irjen Pol Setyo Wasisto menyebutkan, orang-orang di buat resah dengan gosip telur palsu yang terakhir viral di sosial media.

Jenderal bintang dua itu memohon orang-orang tidak gampang menebarkan info yang belum juga terang kebenarannya.

Terlebih Satgas Pangan sudah menyebutkan kalau tak ada telur palsu mengedar di market. Satgas Pangan juga sudah menguji telur yang dicurigai palsu itu ke laboratorium. Akhirnya, telur itu asli.

” Walaupun dinyatakan itu tidak benar, tapi rupanya semakin hari semakin banyak gosip telur palsu di pasar. Ini begitu mengganggu, terutama kondisi Kamtibmas, ” tutur Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (16/3/2018).

Setyo menyebutkan, penebar gosip telur palsu di sosial media dapat dipidana dengan Undang-Undang Nomor 19 Th. 2016 mengenai Info serta Transaksi Elektronik (ITE). Sebab, memublikasikan gosip yang belum juga pasti kebenarannya sama juga dengan menebar hoaks.

” Dapat terkena Pasal 28 ayat 1 (UU ITE), dia diancam hukuman maksimum enam th. serta denda Rp 1 miliar, ” kata dia.

Meski polisi tidak serta-merta memidanakan penebar gosip telur palsu, lewat Satgas Pangan di beberapa daerah, Setyo memerintahkan supaya dikerjakan langkah persuasif, yaitu hentikan penebaran gosip yg tidak benar.

” Bila (persuasif) tidak mempan kita represif. Kita juga akan cari info motifnya. Bermakna ada kesamaan pemakaian sosial media yang tidak bijak, ” ucap perwira yang menjabat Kepala Divisi Humas Polri itu.