AS Siap Berikan Perlindungan Dalam Usaha Pemulihan

AS Siap Berikan Perlindungan Dalam Usaha Pemulihan – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengemukakan belasungkawa mendalam untuk Indonesia atas gempa bumi serta tsunami yg menerjang Sulawesi Tengah (Sulteng). AS juga mengatakan siap berikan perlindungan dalam usaha pemulihan.

” Amerika Serikat mengemukakan belasungkawa serta support untuk semua penduduk Indonesia yg terserang efek gempa bumi serta tsunami yg menyerang.menimpa Sulawesi Tengah pada 28 September, ” ujar jubir Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert, dalam pengakuan lewat situs sah Departemen Luar Negeri AS, seperti dikutip pada Senin (1/10/2018).

Nauert menyampaikan, selama ini belumlah ada laporan masalah penduduk AS yg ikut berubah menjadi korban. ” Misi AS di Indonesia selalu memonitor kondisi lewat cara saksama serta belum pula terima laporan masalah penduduk AS turut terserang resikonya, ” ucapnya.

Seterusnya, Nauert mengatakan pemerintah AS siap memberikannya perlindungan pada Indonesia bila diperlukan.

” Amerika Serikat serta Indonesia merupakan partner strategis serta kawan dekat, serta kami siap untuk menopang dalam usaha pemulihan, ” tegas Nauert.

Data paling akhir Tubuh Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sampai Minggu (30/9) siang, menyebutkan sekurang-kurangnya 832 orang wafat gara-gara gempa serta tsunami di Sulteng. Banyaknya itu terdiri dalam 821 korban meninggal dunia di Palu serta 11 korban meninggal dunia di Donggala.

Banyaknya korban luka berat dilaporkan sampai 540 orang serta banyaknya pengungsi sampai 16. 732 jiwa yg menyebar di 24 titik.

Kecuali AS, beberapa negara lainnya seperti Australia, China juga beberapa negara Eropa yg tergabung dalam Uni Eropa sudah tawarkan perlindungan untuk Indonesia. Pemerintah Indonesia juga sudah mengatakan terbuka dalam terima perlindungan internasional.

Menteri Koordinator Bagian Politik Hukum serta Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto sudah mengatakan dapat mengkoordinir bantuan-bantuan internasional untuk Sulteng. Dikatakan Wiranto kalau penawaran perlindungan telah muncul dari beberapa negara Asia Tenggara sampai beberapa negara Eropa serta benua Amerika.