Banyak Status Pemain Baik Dunia Jadi Beban Buat Messi

Banyak Status Pemain Baik Dunia Jadi Beban Buat Messi – Pemain tim nasional Kolombia Radamel Falcao memandang status pemain paling baik di dunia jadi beban buat Lionel Messi yang sedang bertanding di Copa America 2019.

Copa America 2019 disebutkan jadi arena pembuktian paling akhir Messi bersama dengan tim nasional Argentina sebab umur yang hampir sampai 32 tahun.

Dalam pertandingan menentang Kolombia di pertandingan pertama, Messi mempunyai kesempatan cetak gol serta menolong Argentina mencetak kemenangan. Tetapi selanjutnya Albiceleste kalah 0-2.

Dengan kekalahan itu, Argentina untuk sesaat tempati rangking juru kunci di Group B ada dibawah Kolombia, Paraguay, serta Qatar. Team Tango perlu kemenangan atas Paraguay serta Qatar, dalam pertandingan seterusnya, untuk amankan tempat di babak gugur.

Status Pemain Paling baik Dunia, Beban untuk MessiLionel Messi dikepung beberapa pemain tim nasional Kolombia.

Messi awalnya alami tiga kegagalan di Copa America. Spesial dalam dua penyelenggaraan paling akhir, pemain Barcelona itu tidak berhasil di partai pucuk serta harus merelakan Cile jadi juara 2015 serta 2016.

Menurut Falcao, tampilan Messi cukup bagus sebab dapat membuat kesempatan. Diluar itu bekas pemain Manchester United serta Chelsea itu lihat ada beban besar yang dipikul pemain pemilik lima gelar Ballon d’Or itu.

Status Pemain Paling baik Dunia, Beban untuk Messi
Beban itu ada dari keinginan beberapa orang yang tetap meminta gol serta prestasi dari Messi.

“Messi hampir cetak gol saat hadapi kami, tapi jelas ia harus cetak gol dalam pertandigan seterusnya,” kata Falcao diambil dari Marca.

“Bila Messi cetak satu gol, beberapa orang ingin ia cetak dua gol. Bila ia cetak gol dari sepakan bebas, beberapa orang mengatakan pagar betis yang dibuat tidak prima. Bila Argentina kalah, maka ada perbincangan jika semua ialah kekeliruan Messi. Itu harga yang perlu dibayar jadi pemain paling baik di dunia,” sambungnya.

Sampai sekarang Messi tidak pernah bawa Argentina jadi juara di persaingan besar tidak hanya Olimpiade 2008 serta Piala Dunia U-20 2005.