Cara Menyeduh Kopi Tubruk Yang Baik

Cara Menyeduh Kopi Tubruk Yang Baik – ” Menilainya rasa kopi yg paling jujur itu memakai langkah kopi tubruk, ” tutur Edward Teonadi Sr. Research and Development Manager PT MAXX COFFEE Prima, waktu peresmian gerai MAXX Corner beberapa saat lalu.

Nikmati kopi lewat langkah tubruk atau menyeduh biji dengan segera adalah langkah yg paling banyak dipakai warga Indonesia.

Terkecuali tampak gampang, cepat, juga pastinya praktis. Diluar itu, langkah kopi tubruk ini adalah langkah terbaik rasakan keaslian cita rasa kopi yg diseduh.

Walau popular dipakai, banyak orang yg belum juga menyimak beberapa cara terbaik buat kopi tubruk supaya sesuai sama selera.

Tersebut langkahnya yg KompasTravel rangkai waktu demo pembuatan kopi tubruk dalam peresmian gerai MAXX Corner, Plaza Semanggi, Rabu (16/8/2017) .

1. Timbang biji kopi sebelumnya digiling. Biji kopi mesti satu banding 15 dengan air. Seumpama 10 gr kopi untuk 150 mililiter air.

2. Giling biji kopi sampai ukuran medium, atau tidaklah terlalu besar ataupun kecil.

” Biji kopi terlampau halus juga akan gampang pahit atau kematangan waktu diseduh, demikian sebaliknya terlampau kasar juga akan terlampau asam. Jadi medium saja, seperti gula pasir, ” tutur Viki Rahardja, barista senior Indonesia yg ikut ada dalam acara peresmian itu.

Ia juga mengingatkan untuk pilih biji kopi yg masih tetap fresh, sekitaran 1 minggu sesudah sistem pemasakan atau roasting

3. Sesudah itu, bubuk kopi yg telah tersaji di gelas diseduh dengan mengguyurkan air panas dengan berkelanjutan serta rata, umum dimaksud pouring. Pemakaian teko leher angsa sangatlah mendukung sistem ini.
Tinggi rendahnya suhu air mesti di perhatikan, makin rendah juga akan makin asam rasa kopi, sabaliknya makin panas juga akan makin pahit karna kopi terlampau masak atau gosong.

” Saya mereferensikan di taraf 93-96 derajat celcius, ” tutur Edward Teonadi, yang jadi juri di persaingan buat kopi tubruk dalam acara itu.

4. Paling akhir, tunggulah 2-5 menit, baru diaduk serta bisa dibuang ampas yg mengambang di permukaan airnya.

” Sesungguhnya tak ada ketentuan yg baku masalah derajat atau kehalusan gilingan, karna lain biji kopi lain juga akhirnya. Semua sangatlah tentang, cuma tinggal barista yg mengkreasikan ingin seleranya bagaimana, ” kata Viki Rahardja.