Harga Tempe Dan Tahu Naik | Berita Umum

Harga Tempe Dan Tahu Naik | Berita Umum Sebulan belakangan ini, kedelai impor asal Amerika Serikat (AS) tengah mengalami kenaikan. Hal tersebut disebabkan oleh kedelai di Amerika sedang menyusut. Harga kedelai impor sendiri sekarang ini dihargai pada kisaran Rp 7.300/kg, yang pada sebelumnya berada pada harga Rp 6.800/kg.

Ketua Umum Gabungan Asosiasi Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Gakoptindo) Aip Syarifuddin mengatakan bahwa kenaikan harga kedelai tersebut mungkin akan memukul industri tahu tempe di rumahan. “Jelas bakal mempengaruhi harga tahu dan tempe. Sebab bahan baku tahu dan tempe adalah 100% murni kedelai. Memang saat ini kenaikanya masih dapat ditolerir, akan tetapi tren ini akan terus naik,” ungkap Aip, Rabu (21/12).

Ketua Koperasi Pengrajin Tahu dan Tempe (Kopti) Jawa Barat, Asep Nurdin menuturkan bahwa para pengrajin tahu dan juga tempe memang mengeluhkan dengan naiknya harga kedelai impor tersebut, tapi tidak serta merta menaikkan harga tahu dan tempe tersebut. Menurut dirinya, para pengrajin tahu dan tempe justru memilih untuk mengurangi takaran produksinya.

“Selama harag kedelai belum melewati angka Rp 8.000/kg masih dapat disiasati untuk menghindari rugi kita. Sebab kalau menaikkan harganya tersebut tidak bisa, karena konsumen kita itu rata-rata hanya masyarakat kecil,” ungkap Asep.