ISIS Mengaku Mutilasi Tawanan Nonmuslim |Peristiwa

ISIS Mengaku Mutilasi Tawanan Nonmuslim |Peristiwa, Negeri Islam Irak dan Syam mengakui membawa organ para tawanan mereka. Tindakan itu diawal mulanya ditutup-tutupi oleh para militan khilafah Islamiyah.

Dalam dokumen awal tahun 2015 yang dipelajari Kantor Informasi Reuters, praktik tersebut diklaim demi menyelamatkan umat Muslim di wilayah ISIS yang membutuhkan donor organ. Meskipun membahayakan hidup tawanan, tetapi elemen ini diklaim ISIS yaitu sesuatu yang diperbolehkan.

“Bahwa organ para tawanan merupakan mereka yang murtad dan tak butuh dikasihani, pun bisa diambil tidak dengan terkena hukum yang berlaku,” catat dokumen dalam wujud fatwa ISIS, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (24/12). Walaupun tercatat seperti kutipan diatas, hal tersebut tetap belum jadi lumayan kenyataan apakah memang ISIS memakai organ manusia dalam praktik menyelamatkan umat atau menjual beli.

Setahun dulu pernah diberitakan kalau ISIS mengalami kebangkrutan, maka jalankan praktik menjual beli organ. Laporan ini dimuat dalam website Al-Monitor. Salah satu dokter yang direkrut merupakan spesialis hidung, telinga, dan tenggorokan (THT) bernama Siruwan Al-Mosuli. Ia menceritakan terhadap Al-Monitor kalau pejabat ISIS menyewa sekian banyak para medis asing demi memuluskan penjualan organ ini dan pasti saja dapat mendatangkan keuntungan besar.