Keluarga Kasus Pencabulan Menyayangkan Tersangka Di Vonis 10Thn

Keluarga Kasus Pencabulan Menyayangkan Tersangka Di Vonis 10Thn – Keluarga korban pencabulan guru ngaji Ali Akbar menyesalkan vonis 10 th. penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim). Sebab, keluarga korban mengharapkan pelaku dihukum optimal sesuai sama UU Perlindungan Anak.

” Menurut kami, hukuman pada terdakwa harusnya dapat lebih berat, yakni 15-20 th. berdasar pada UU Perlindungan anak, ” tutur kuasa hukum korban dari LBH Mawar Sharon, Boris Tampubolon, selesai persidangan di PN Jaktim, Jalan Dr Soemarno, Cakung, Jaktim, Senin (8/5/2017).

” Saya sangka kita semuanya setuju kalau perbuatan cabul, terlebih pada anak, adalah perbuatan biadab, hingga layak dihukum berat, ” sambung Boris.

Terutama pelaku sudah mencabuli korban dibawah usia sejumlah empat kali. Korban bukan sekedar dibujuk bujuk, namun juga diancam oleh terdakwa.

” Bila lihat kenyataan itu, sesungguhnya telah terlihat, terdakwa ini telah jahat serta cabul mulai sejak dalam fikiran hingga, menurut kami, lebih layak bila dihukum 20 th., ” jelasnya.

Walau demikian, Boris mengakui pihaknya tetaplah hormat pada putusan majelis hakim. Tetapi dianya memohon supaya masalah ini dapat jadi pelajaran.

” Mudah-mudahan putusan ini jadi evaluasi untuk terdakwa serta siapa juga supaya tak ada lagi kekerasan seksual pada anak, ” jelasnya.

Disamping itu, anggota tim pembela hukum, Richard, menyampaikan, dalam persidangan kesempatan ini, ke-2 orangtua korban tak berani datang. Karena sepanjang sistem sidang sering datang intimidasi dari pihak keluarga terdakwa.

” Keluarga korban tak datang karna takut diintimidasi, hari ini mereka diwakili oleh kami serta oma (nenek korban) mereka, ” tutup Richard.