Maulid Nabi Dan Natal Sebagai Sarana Perdamaian |Peristiwa

Maulid Nabi Dan Natal Sebagai Sarana Perdamaian |Peristiwa, Perayaan kelahiran Maulid Nabi Muhammad SAW dan Natal di tahun ini dirasakan demikian spesial bagi penduduk Indonesia. Cuma berselang sehari, ke-2 hariraya itu diperingati.

Seluruhnya perayaan itu dilakukan dua agama tidak sama. Maulid atau kelahiran Nabi Muhammad SAW dirasakan demikian special bagi umat islam. SedangkanHari Raya Natal, adalah peringatan lahirnya Yesus Kristus. Ini adalah perayaan besar bagus umat kristiani. “Saya pikir ini teramat special apabila tempo hari kita merayakan Maulid Nabi Muhammad Salawlahu Alaihi Wasalam, dan hari ini kita merayakan Natal. Dua perayaan besar dalam dua agama besar di Indonesia,” kata Pendeta Stevan Suleeman di Gereja Immanuel, Jakarta, Jumat 25/12.

Bersama berdekatannya dua perayaan, menurut dirinya, factor ini ialah tanda Islam dan Kristen di Indonesia mesti saling menghormati. Terlebih keberagaman agama di Tanah Air kerap jadi contoh bagi pelbagai negeri di dunia. “Saya pikir ini suatu pesan yang mau diungkapkan Tuhan pada kita supaya kita hidup berdampingan dengan cara damai” ucap Stevan.

Kepada Natal ini, ia pula menggandeng umat Kristen ikut merasakan penderitaan yang dialami oleh Yesus. “Ajakan yang mau kami sampaikan ialah dengan cara apa umat Kristiani ikut merasakan yang dialami oleh Yesus,” terangnya.