Pada Abad 21 Akhir Pemanasan Global Seperti ‘neraka’ |Teknologi

Pada Abad 21 Akhir Pemanasan Global Seperti ‘neraka’ |Teknologi – Pemanasan global atau global warming tak cuma mengintimidasi es di kutub Bumi, namun pula kawasan kurang lebih Timur Tengah & Afrika Utara. Bahkan, bencana akibat pemanasan global diprediksi dapat memanggang dua kawasan tadi di akhir abad 21.

Berdasarkan penelitian Jos Lelieveld dari Institut Max Planck, suhu siang hari di Timur Tengah & Afrika Utara mampu mencapai 50 derajat Celcius kurang dari 100 thn lagi. terkecuali itu, serangan gelombang panas sanggup muncul 10 kali seringkali dari ketika ini, bahkan lebih lama! Bagi manusia, cuaca sepanas itu telah serupa ‘neraka’ ketimbang Bumi.

Di waktu yang sama, selagi 118 hari dalam satu tahun suhu dua kawasan tadi sanggup konsisten menerus panas tidak dengan henti. Celakanya, resiko pemanasan global ini tak mampu dihentikan biarpun masyarakat Bumi mengurangi emisi gas karbondioksida dipangkas di tahun 2040.

Serangan gelombang panas & badai debu gurun pasir di Timur Tengah & Afrika Utara pun bakal menciptakan kawasan itu tak dapat ditinggali oleh manusia. Disaat ini saja ilmuwan telah menemukan jika fokus debu di atmosfer Arab Saudi, Irak, & Suriah meningkat 70 % dibanding tahun 2000an.