Pemilih WNI Dari Seluruh Pelosok Belanda Antusias Menyambangi TPS

Pemilih WNI Dari Seluruh Pelosok Belanda Antusias Menyambangi TPSĀ  – Masyarakat negara Indonesia (WNI) di Belanda Sabtu lantas telah mengalirkan suaranya untuk Penentuan Umum 2019.

Panitia Penentuan Luar Negeri (PPLN) di Belanda menjelaskan jumlahnya pemilih pada pemilihan presiden tahun ini hampir melompat 2x lipat dari pemilihan presiden awal mulanya.

Berdasarkan penjelasan tercatat dari PPLN Den Haag, sekitar 4.530 WNI sudah ikuti pengambilan suara. Ketua PPLN Den Haag 2019 Moeljo Wijono, –yang pun ketua PPLN Pemilu 2014, bisa memperbandingkan jika keterlibatan pemilih dalam Pemilu tahun ini bertambah mencolok.

“Tahun 2014, keikutsertaan WNI dalam pemilihan presiden –yang hadir langsung ke TPS– sekitar 2.328 orang, sesaat tahun 2019 banyaknya naik jadi 4.530 orang. Dalam kata lainnya, angka ini membengkak hampir 2x lipat,” papar Moeljo dalam info tercatat sah dari PPLN Den Haag, Senin (15/4).

Nada alunan musik menggema di ruangan tempat pengambilan suara (TPS) di Sekolah Indonesia Den Haag, Belanda, Sabtu kemarin. Beberapa tenda-tenda menjual penganan ciri khas Nusantara, ikut isi sudut-sudut sekolah yang dipadati oleh beberapa pemilih Masyarakat Negara Indonesia (WNI).

Penyediaan beberapa booth itu adalah langkah yang dikerjakan oleh Panitia Penentuan Luar Negeri (PPLN) dengan Grup Penyelenggara Pengambilan Nada Luar Negeri (KPPSLN) Den Haag untuk meramaikan proses pemilu Indonesia serentak di Negeri Kincir Angin.

PPLN Den Haag pun lakukan pengembangan seperti pendaftaran pemilih dengan daring serta pemakaian barcode untuk beberapa pemilih yang sudah memegang formulir C6, hingga semua proses dapat berjalan bertambah cepat.

Pemilih yang hadir dari semua pelosok Belanda sudah ketertarikan menyambangi TPS semenjak jam 09.00 waktu ditempat untuk mengalirkan hak pilihnya, di dalam suhu dingin walau telah masuk musim semi.

Diluar itu, untuk kali pertamanya pun, keterlibatan WNI di Belanda dalam Pemilu sukses sampai tujuan KPU, yaitu 50 %. PPLN mengkalkulasi dari 11.744 WNI yang tercatat di rincian pemilih masih luar negeri (DPTLN) Belanda, sekitar lebih dari 6.000 orang memberi suaranya lewat TPS (4.530 orang) serta pos (1.400 orang).

Pemilu sebelum-sebelumnya, keterlibatan WNI di Belanda sangat banyak cuma sampai 35 %. “Jadi, pemilu tahun 2019 ialah rekor pemilih paling banyak selama Pemilu diselenggarakan di Belanda. Panitia begitu mengapresiasi masyarakat yang begitu semangat mengalirkan hak pilihnya,” pungkas Moeljo.

Selanjutnya, Yance Arizona, anggota PPLN Den Haag, mengemukakan jika ini pertama kali PPLN membuat pengambilan suara di Sekolah Indonesia Den Haag, bukan di KBRI.

Menurut dia, PPLN sudah santer lakukan publikasi pada WNI di Belanda dengan ikuti pekerjaan masyarakat serta mahasiswa Indonesia di negara itu lebih dari setahun paling akhir.

Untuk kelancaran perjalanan beberapa pemilih, PPLN menyiapkan 3 unit bus untuk sebelas kali penjemputan WNI dari Den Haag Centraal Station ke arah ke TPS, yang memerlukan waktu seputar 30 menit.

Melonjaknya jumlahnya pemilih kesempatan ini telah diperkirakan oleh panitia, oleh karenanya penyelenggara menyiapkan 5 TPS. Berlainan dengan pemilu 2014 yang cuma satu TPS serta berada di KBRI Den Haag.

Besarnya ketertarikan pemilih sudah sempat membuat panitia lakukan rekonsilasi untuk menampung pemilih mengalirkan hak pilihnya, s/d penutupan TPS pada jam 21.30 waktu ditempat.

Selesai pengambilan suara selesai dikerjakan, hitungan nada akan dikerjakan di hari Rabu, 17 April 2019, bertepatan dengan di Indonesia.

Ini adalah ketentuan yang diresmikan oleh KPU pusat di Jakarta supaya hasil pemilu di luar negeri, termasuk juga di Belanda, tidak merubah pemilih yang berada di Indoensia.