Pengerukan Sedimentasi di Sungai Citarum Gunakan 3 Alat Berat

Pengerukan Sedimentasi di Sungai Citarum Gunakan 3 Alat Berat – Alat berat diturunkan buat mengeruk sedimentasi di Sungai Citarum dikeruk. Pengerukan dilakukan anggota Satgas Citarum Harum Bagian 6.

Sabtu (15/9/2018) siang, tiga unit kendaraan alat berat mengeruk sedimentasi di saluran Sungai Citarum, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sedimen di sungai itu capai 4, 5 mtr.. Tanah yg dikeruk langsung diangkut truk.

Dansektor 6 Kolonel Inf Yudi Zanibar mengemukakan pengerukan itu dilaksanakan atas instruksi Kemenko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan kala kunjungan ke Bandung.

” Pengerukan ini dilaksanakan hasil penilaian Menko Maritim 1 bulan yang silam, kalau input dalam rapat mesti dilaksanakan pengerukan sedimentasi ketika musim kemarau, sebab itu beresiko langsung terhadap warga, ” ujarnya kala dijumpai di saluran Sungai Citarum.

Yudi mengatakan pengerukan itu berjalan hampir sepanjang tiga minggu sejak mulai 28 Agustus 2018. Alat yg di turunkan adalah pemberian dari BBWS Ciliwung Cisadane (Cilicis) serta PJT II Jatiluhur.

” Kami udah mengusung 32 ribu mtr. kubik sedimentasi di saluran Sungai Citarum. Diangkut memanfaatkan delapan tronton serta 20 dump truk, ” ujarnya.

Menurutnya, sebelum dilaksanakan pengerukan, tinggi sedimentasi di saluran Citarum yg ada di bagian 6 capai 4, 5 mtr.. Dan buat banyaknya seluruh sedimentasi yg berada pada titik itu capai 200 ribu mtr. kubik.

” Dari hitungan konsultan mengemukakan lebih kurang 200 ribu mtr. kubik sedimentasinya. Dari dalam ke atas lebih kurang 4, 5 mtr., ” paparnya.

Yudi memberi tambahan lokasi Bojongsoang serta seputarnya adalah daerah berlangganan banjir. ” Ini daerah banjir. Syukur-syukur dengan pengerukan ini, banjir dapat menyusut, yg awal mulanya sedada orang dewasa berubah menjadi seperut. Alhamdulillah apabila tak berlangsung lagi banjir lantaran sedimentasinya udah diangkat, ” kata Yudi.

Satu diantaranya penduduk lebih kurang, Deden Kurniawan (45) mengemukakan, sedimentasi Citarum tiap-tiap tahunnya senantiasa berlangsung. Walaupun kerapkali dikeruk, sedimentasi berlangsung lagi lantaran tanahnya tak diangkut.

” Bila awal kalinya tanahnya itu dikeruk, namun bergunduk ditepi sungai. Bila banjir ke bawa juga lagi. Saat ini tanahnya diangkut, mudah-mudahan dapat berubah menjadi pemecahan serta banjir tak kembali berlangsung, minimalnya bila berlangsung tidaklah terlalu besar lantaran sedimentasinya udah dikeruk, ” ujar Deden.