Polres Magelang Amankan Bahan Petasan Dari Dua Orang

Polres Magelang Amankan Bahan Petasan Dari Dua Orang – Polres Magelang mengamankan 80, 5 kg bahan petasan beresiko dari tangan dua orang warga Magelang. Bahan petasan ini siap di jual waktu libur lebaran.

” Obat petasan itu gagasannya ingin di jual waktu libur Lebaran oleh ke-2 aktor. Di jualnya di lokasi Magelang, ” terang Kapolres Magelang, AKBP Hari Purnomo, di sela titel masalah, di lapangan tembak Plempungan, Salaman, Kabupaten Magelang, Senin (11/6/2018).

Bahan petasan ini diambil alih dari tangan Shobrun Jamilun (41), warga Dusun Tumbu, Desa Purwodadi, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang serta Mustaqim (43), warga Dusun Kranggan, Desa Ngawonggo, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.

Hari mengatakan, ke-2 aktor serta tanda bukti diamankan ditempat berlainan. Aktor pertama, Shobrun Jamilun (41) diamankan oleh deretan Satreskrim Polres Magelang di tempat tinggalnya pada Sabtu (26/5) saat lalu.

Tanda bukti yang diamankan berbentuk 4 bungkus obat mercon jadi paket plastik @1 kg, 48 bungkus potasium warna putih, 35 bungkus belerang warna kuning, 38 bungkus bubuk brom warna abu-abu paket plastik kecil, 8 bungkus bubuk brom warna abu-abu paket plastik besar, 180 lembar sumbu mercon jadi.

Sedang aktor ke-2, Mustaqim (43) ditangkapa di tempat tinggalnya Sabtu (9/6) tempo hari oleh Satreskrim Polsek Kaliangkrik, Polres Magelang.

” Tanda bukti yang diamankan berbentuk 4 renteng petasan jadi atau sekitar 200 buah petasan, lalu obat petasan sekitar 5, 5, kg, ” ungkap Hari.

Menurut dia, ke-2 aktor mengakui baru sekali ini jalankan produksi obat petasan ataupun mercon. Beberapa bahan tersebut diperoleh dari dua orang berlainan, yaitu dari orang asal Semarang serta Kota Magelang. Keduanya saat ini masih tetap DPO.

” Untuk ke-2 aktor pembuat obat petasan serta mercon bakal dijerat pasal 1 ayat 1 UU Darurat RI Nomor 12 Th. 1951 dengab ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup serta atau penjara sesaat setinggi-tingginya 20 th., ” jelas Hari.

Disamping itu, Shobrun Jamilun mengakui baru kesempatan ini menghasilkan obat petasan. Dia juga merencanakan jual bahan petasan itu seharga Rp100 ribu per kilogramnya.

” Saya baru kesempatan ini bikin obat petasan, berbahan bisa dari orang Semarang, ” kata pria yang sehari-harinya berprofesi jadi sopir angkot itu.

Kapabilitas mengolah bahan petasan itu dia mengaku didapat dari sang kakak yang saat ini telah wafat dunia. Bahan petasan yang diraciknya terdiri dalam potasium, belerang, serta bubuk brom.

Seirama, Mustaqim juga mengakui baru sekali ini buat petasan. Dia mendapatkan bahan baku berbentuk obat petasan serta sumbu kertas dari orang yang datang dari Kota Magelang.

” Saya iseng-iseng saja bikin petasan utk dinyalakan saat lebaran. Tak ada yang mengajari, saya belajar coba-coba dengan otodidak, ” katanya.

Tukang bangunan itu juga mengakui menyesal dengan tindakannya serta berjanji tak kan kembali buat petasan atau mercon.