Preman Pasar Bersenjata Barah Di Bekuk Polisi

Preman Pasar Bersenjata Barah Di Bekuk Polisi – Haryadi (47), bergegas menengok toko kepunyaannya di Pasar Angke, Tambora, Jakarta Barat. Dia barusan memperoleh laporan toko kepunyaannya didatangi partikelir pasar.

” Pada Jum’at (5/5/201) pagi, korban memperoleh telepon dari saudara Senen, kalau toko kepunyaannya di datangi partikelir pasar bernama Aditya, ” kata Kapolsek Tambora Kompol Syafi’i, dalam keterangannya, Senin (8/5).

Setelah tiba di toko kepunyaannya, dia kaget karna toko sembako kepunyaannya sudah di acak-acak. Waktu ajukan pertanyaan pada penjaga toko Eni, penyebabnya keadaan tokonya yaitu Aditya yang mengamuk karna tak di beri duit keamanan.

” Aditya memohon duit 100 ribu rupiah sebagai duit keamanan. Awalannya Eni tak memberikannya duit. Hal itu yang bikin pelaku geram serta mengacak-acak toko, ” tutur Syafi’i.

Pelaku mengacak-acak dagangan dengan berteriak hingga mengganggu toko di sebelahnya. Eni juga jadi takut dengan tingkah Aditya.

” Eni makin ketakutan karna lihat senjata air gun punya pelaku. Senjata itu diselipkan di pinggang samping kanan, ” ucap Kasat Reskrim Polsek Tambora, AKP Antonius.

Eni juga segera memberi duit 100 ribu pada Aditya. Kemudian pelaku berbarengan rekannya meninggalkan toko punya Haryadi.

” Sesudah mendengar narasi dari Eni, Haryadi segera lapor ke Polsek Tambora dengan telepon, ” ucap Antonius.

Kepolisian yang tahu peristiwa itu segera menuju TKP. Polisi segera mencari tersangka.

” Tersangka tak ada jauh dari TKP. Dari tangan dia, diketemukan senjata air gun bersama amunisi yang disimpan sisi belakang badannya, ” ucap Antonius.

” Pelaku dijerat dengan perkara pemerasan dengan ancaman serta membawa senjata barah tanpa ada hak dengan type air gun. Seperti ditata pasal 368 KUHP sub Pasal 1 ayat 1 UU Darurat no 13 Th. 1951, ” ucapnya.