Ramadhan Jadi Istimewa Dengan Al Quran

Ramadhan Jadi Istimewa Dengan Al Quran – Tdk merasa, jalannya Ramadan udah beranjak malam Nuzulul Quran. Al-Quran, kitab suci umat Islam, turun pada bln. Ramadan. Sebab itu, salah satunya, Ramadan jadi sangat istimewa. Islam menjadi agama rahmatan lil alamin, rahmat semesta alam, menjadi pesan sangatlah terutama Al-Quran.

ADVERTISING
inRead invented by Teads
Buat umat Islam, Al-Quran itu arahan, anjuran hidup. Perihal hal tersebut, saya ingat ceramah umum buat banyak mahasiswa baru Kampus Muhammadiyah Malang pada awal dasa warsa 1990-an yg diungkapkan dosen agama Islam, Suyoto, yg saat ini Bupati Bojonegoro, bahwa, “Al-Quran itu utk orang hidup, bukan hanya utk yg udah mati! ”

Tujuannya, Al-Quran merupakan arahan hidup. Dia maka berikan ilustrasi-ilustrasi yg pokoknya menghadap pada pesan terutama, bahwa Al-Quran mesti dimengerti serta diamalkan oleh umat Islam dalam kehidupan didunia. Al-Quran menjadi kitab yg penuh pesan atau nilai moral yg bukan hanya berimplikasi pada internal umat Islam, namun semua umat manusia.

Al-Quran sarat dengan pesan kemanusiaan serta perdamaian. Di dalamnya tdk cuma terdapat pemahaman kepada fakta pluralisme umat manusia (QS 49 : 53), tetapi juga pesan-pesan kemanusiaan yg sempurna. Al-Quran lantas mengajarkan penghargaan serta perawatan kehidupan. Hal semacam itu ditegaskan, “Barangsiapa menyelamatkan satu jiwa (nyawa satu orang), jadi ia seakan udah menyelamatkan jiwa (nyawa) seluruh orang” (QS. 5 : 32).

Ayat itu sempat disitir KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), kala masihlah menjabat presiden, utk merespons fakta perseteruan yg keras di beberapa daerah di Indonesia. Ayat yg mengajarkan biar kita menjunjung, bahkan juga terus-menerus berikhtiar menyelamatkan nyawa orang lain itu, yang pasti bertentangan dengan aksi-aksi kekerasan serta teror yg sebabkan hilangnya nyawa banyak orang-orang.

Nabi Muhammad SAW diutus Allah SWT utk menyempurnakan akhlak umat manusia. Seyogianya, dimensi akhlaklah yang wajib kita utamakan. Tdk ada orang baik terkecuali kemanfaatannya (rahmat) buat yg lain, bukan hanya manusia, tetapi juga makhluk Allah yang lain.

Bahkan juga, sama seperti di ceritakan dalam satu buah hadis Nabi, seorang yg mengusahakan mencarikan air buat seekor anjing yg hampir mati kehausan beroleh pahala yg tdk ada terkira.

Pelihara kehidupan, menebarkan salam, kedamaian, menjadi suatu hal yg automatic, mengingat salam tetap dikatakan menjadi penutup salat. Pribadi muslim yg baik semestinya mendalami bahwa dirinya sendiri terus-menerus mengemban misi kedamaian, bukan hanya rusaknya. Dalam konteks berikut mesti tetap diutamakan obyektivikasi tentang dengan variasi kenyataan yg bertentangan dengan ajaran Al-Quran. Semisal, jaman sekarang kerap mengemuka penilaian buru-buru serta tak obyektif atas perbuatan terorisme yg seakan-akan berpangkal pada ajaran Al-Quran. Khususnya sehabis moment 9 Oktober 2001, banyak orang-orang penasaran kepada Al-Quran, maka bikin kitab ini dicari-cari. Banyak yg menganggap Al-Quran merupakan kitab teror. Tetapi dugaan mereka tidak benar.

Al-Quran tak mengajarkan teror, namun malahan demikian sebaliknya, menjunjung kehidupan serta kedamaian, rahmat semesta alam. Yg laksanakan teror itu merupakan beberapa orang yg membajak agama utk keperluan politik.