Seorang Ibu di Bali Ditipu Dukun Palsu Pengganda Uang, Duit Rp 420 Juta Raib

Seorang Ibu di Bali Ditipu Dukun Palsu Pengganda Uang, Duit Rp 420 Juta Raib – Nasib malang menerpa seseorang ibu di Bali, Ni Ketut Sudiasih (53) , lantaran tergiur uang juta-an rupiah ia berubah menjadi korban dukun palsu pengganda uang. Hasilnya duwit Rp 420 juta lantas raib digondol dukun gadungan itu.

Awalannya Sudiasih diperintah buat sediakan uang pecahan Rp 100 ribu sejumlah 41 lembar atau sejumlah Rp 4, 1 juta. Buat mengelabui korban, dua dukun gadungan Abu Hari (51) serta Agus Jauhari (41) menyediakan dompet dengan nilai uang yg sama.

” Pemeran menjanjikan dapat menduplikasikan uang korban berlipat-lipat ganda buat memperingan beban utang korban melalui langkah gendam. Dimana korban menyerahkan uang dengan suka-rela serta bakal disembahyangi oleh pemeran, lantas bakal berlipat-lipat ganda, ” kata Kombes Andi Fairan di Mapolda Bali, Jl WR Supratman, Denpasar, Bali, Rabu (24/4/2019) .

Yakin duitnya dapat digandakan, Sudiasih lantas kembali menyetorkan beberapa uang ke banyak terduga. Kesempatan ini ia menyetorkan duwit dolar sampai emas dengan impian dapatkan keuntungan yg tambah banyak.

” Korban selanjutnya berikan uang sebesar Rp 420 juta dengan detail emas 30 gr, USD 18 ribu, Rp 20 juta serta 2 mobile phone akan tetapi korban dikasihkan uang pecahan seribu beberapa Rp 600 ribu yg dimasukkan ke tas hitam, ” kata Andi.

Dengan pelbagai tipu daya, pemeran selanjutnya sukses membawa kabur uang itu. Kala sadar terasa ditipu serta pemeran susah dihubungi, Sudiasih selanjutnya mengusahakan menjebak pemeran dengan mengiming-imingi ada duwit sejumlah Rp 3, 85 miliar.

” Pemeran tergiur serta ada ke rumah korban serta memerintah korban buat menyediakan daun jambu sejumlah 61 lembar. Lantas pemeran udah dalam rumah korban, ketika korban bakal menyerahkan uang serta daun jambu atas permohonan pemeran itu kala itu pun team resmob mengerjakan penangkapan pada pemeran, ” urainya.

Terhadap polisi, ke dua pemeran mengakui udah mengerjakan tingkah lakunya itu sejumlah 4x. Salah satunya di Trunyan, Bangli sampai Gilimanuk, Jembrana.

” Pernyataan pemeran udah mengerjakan tindak pidana penipuan sejumlah 4 TKP ialah di Trunyan, Bangli Rp 40 juta ; Sangsit, Buleleng Rp 9 juta ; Seririt, Buleleng Rp 30 juta ; Gilimanuk, Jembrana Rp 21 juta, ” ujar Andi.

Atas tingkah lakunya banyak terduga dijaring dengan clausal 378 KUHP Jo Clausal 55 ayat 1 ke-1e KUHP.