Seorang Pria Di Samarinda Diringkus Akibat Aniaya Kekasihnya

Seorang Pria Di Samarinda Diringkus Akibat Aniaya Kekasihnya – Ismail Djafar dengan sebutan lain Joni (40) , warga Jalan Dr Soetomo, Samarinda, Kalimantan Timur, diringkus aparat Polsekta Samarinda Ilir. Dia dikira menganiaya kekasihnya, Desi, yg telah bertemumi lantaran cemburu.

Momen itu berlangsung Senin (2/10) awal hari kemarin. Desi, keluar beli nasi goreng di sekitaran tempat tinggalnya, di Jalan Usman Ibrahim, Samarinda Ilir. Setibanya kembali pulang serta akan buka pintu, dia dihampiri Joni.

” Joni ini datang, parkir motor. Lalu mendadak segera menarik tangan korban (Desi) masuk ke tempat tinggal korban, ” kata Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Ilir Ipda Purwanto, pada merdeka. com, di kantornya, Rabu (4/10) .

” Di dalan tempat tinggal, rambut korban dijambak. Teriakan korban tidak diperdulikan oleh aktor, serta tambah memukulinya, ” tutur Purwanto.

Senang menganiaya, aktor lalu meninggalkan korban. Tidak terima dianiaya, korban hingga memberikan laporan perbuatan Joni, ke Polsekta Samarinda Ilir, Jalan Bhayangkara.

” Kita kerjakan visum, kita mencari aktor di tempat tinggalnya di Jalan Dr Soetomo. Dia kita tangkap awal hari barusan, ” lebih Purwanto.

” Kita kerjakan penyidikan, nyatanya dia cemburu dengan korban yg dia mengaku jadi sobat. Cemburunya, dikarenakan korban keluar malam, dia sangka ke mana. Karena kan pernyataan korban, dia beli nasi goreng, ” jelas Purwanto.

Didapati di Polsekta Samarinda Ilir, Joni pernah mengaku hubungan dengan korban yaitu sobat. Tetapi dia menolak cemburu dengan korban.

” Tidak ada pak, tidak demikian (cemburu) , ” kata Joni, tanpa ada sebutkan argumen beda dia menganiaya korban.

Pertanyaan wartawan dengan Joni, tidak berjalan lama. Dia menampik untuk difoto serta direkam lewat video oleh jurnalis tv.

” Jangan demikian, buat apa? ” sembari melayang-layangkan tangannya menepis camera wartawan.

Joni saat ini meringkuk di sel Polsekta Samarinda Ilir. Dia dijerat dengan Pasal 351 KUHP terkait Penganiayaan dengan ancaman diatas 5 th. penjara.