Seorang Pria Di Samarinda Ditangkap Akibat Cabuli Adik Sepupu

Seorang Pria Di Samarinda Ditangkap Akibat Cabuli Adik Sepupu – La Faris (19) , pemuda pengangguran di Samarinda, Kalimantan Timur, tidak dapat menghindari dari kejaran polisi. Dia disangka mencabuli adik sepupunya sendiri, He (15) , yang masih tetap duduk di bangku kelas 1 SMA. Dia pernah melarikan diri. Polisi pada akhirnya menangkap dia di kampungnya, Baubau, Sulawesi Tenggara.

Momen memilukan untuk He itu berlangsung Agustus 2016. Saat itu, keduanya selesai melihat acara peringatan Agustusan di lebih kurang area Sempaja Selatan, Samarinda, Kalimantan Timur.

” Kebetulan pemeran La Faris serta korban ini tempat tinggalnya tinggal berdekatan. Sesudah nonton acara 17-an, mereka pulang ke tempat tinggal pemeran, ” kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono kala dijumpai merdeka. com di kantornya, Selasa (3/10) .

Saat itu tempat tinggal pemeran sepi karena orang-tua serta anggota keluarga beda masih tetap asik melihat acara Agustusan.

” Korban ini sekali lagi main handphone pemeran, baterai habis. Lalu dia ingin charge handphone ke kamar tidur pemeran. Saat jalan kedalam kamar, disertai pemeran. Pada akhirnya, terjadi perbuatan pencabulan itu pada korban, ” kata Sudarsono.

Awalannya masalah itu tidak dilaporkan ke pihak kepolisian. Masih tetap penyelesaian antar keluarga. Karna keduanya masih tetap saudara. Keluarga berunding serta merencanakan menikahkan korban serta pemeran. Namun, himbauan dari pihak beda, korban masih tetap dibawah usia. Hingga pada akhirnya pada Maret 2017 lantas, pemeran didapati kabur ke Baubau, Sulawesi Tenggara.

” Pernikahan batal, jadi orang-tua korban tidak terima, serta melapor ke kita, ” sebut Sudarsono.

Dari laporan itu, polisi lakukan penyelidikan. Sesudah di pastikan kehadiran di Baubau, tim Polresta Samarinda lakukan penyelidikan ke Baubau, dengan aparat kepolisian setempat.

” Pemeran kita tangkap lepas 28 September. Kita bawa kesini, serta tiba di Samarinda Senin (2/10) tempo hari ya. Kita sistem, disidik penyidik, ” jelas Sudarsono.

Pemeran mengaku tindakannya serta saat ini meringkuk di sel penjara. Dia dijerat dengan pasal 81 serta pasal 82 dari Undang-undang No 35 Tahun 2014 Berkenaan Perlindungan Anak. ” Ancamannya diatas 5 th. penjara, ” ucap Sudarsono.