Pelaku Serahkan Diri Setelah Melakukan Tabrak Lari Di Flyofer

Pelaku Serahkan Diri Setelah Melakukan Tabrak Lari Di Flyofer – Oktavianto Trie Setiantono (23) , sopir Honda Jazz nopol D 1401 OZ yang alami kecelakaan sampai menewaskan pengendara motor Jajang Heri Wardiman dinyatakan negatif narkoba.

Kepastian itu dicapai sehabis petugas Satlantas Polrestabes Bandung melaksanakan tes urin pada Oktavianto, Selasa (19/9/2017) .

” Kami udah melaksanakan tes urine pada Oktavianto. Akhirnya, dia negatif memakai alkohol atau obat-obatan selagi kecelakaan berlangsung, ” kata Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Mariyono di Mapolrestabes Bandung.

Mariyono menyatakan, hasil pengecekan, pengemudi Jazz maut mengakui kelelahan serta mengantuk selagi mengemudikan mobil. ” Dia (Oktavianto) habis main game di warnet. Dia kelelahan serta mengantuk selagi membawa kendaraan, ” papar Mariyono.

Walau demikian, tandas Kasatlantas, polisi terus mengerjakan masalah kecelakaan yang membuat dua penumpang sepeda motor, Ismaya (17) , serta Situ Nur Setiawati (16) luka berat.

” Peristiwa ini moga-moga ada hikmahnya. Kami mengingatkan pengendara baik motor pengen juga mobil terus siaga, lindungi situasi badan supaya tdk lupa dalam berkendara, ” tangkisnya.

Seperti dibicarakan, sehabis tiga hari bersembunyi, Oktavianto Tri Setiantono (23) , sopir Honda Jazz nopol D 1401 OZ pada akhirnya menyerahkan diri ke Unit Lakalantas Satlantas Polrestabes Bandung, Senin (18/9/2017) .

Oktaviano datang buat menyerahkan diri ke Unit Lakalantas, diantar oleh ke-2 orang tuanya. ” Diakuinya sangat terpaksa melarikan diri selesai kecelakaan berlangsung dikarenakan takut diamuk massa, ” kata Mariyono di ruangan kerjanya, Mako Satlabtas Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Senin (18/2017) .

Menurut Mariyono, dalam kecelakaan jalan raya, hal paling utama yang layak dikira jadi yang memicu yaitu kelalaian. Memanglah, pengendara sepeda motor berboncengan bertiga, itu tidak mematuhi, tapi Honda Jazz yang dikemudikan Oktavianto melaju dalam kecepatan tinggi, menabrak pilar flyover selanjutnya sepeda motor.

” Jadi potensi yang penjadi yang memicu kecelakaan itu. Kami tdk memandang pengendara motor yang boncengan bertiga itu. Masalah dugaan sopir Honda Jazz mabuk selagi mengendarai mobil, kami belum juga tahu. Waktu ini pengendara Jazz masih tetap dicek intensif, ” papar Mariyono.

Dalam masalah ini, Oktavianto dijerat Pasal 310 Undang-Undang No 22/2009 terkait Lantas Lintas serta Angkutan Jalan. Dalam pasal itu, dikatakan terkait kecelakaan yang dikarenakan oleh kelalaian. Ancaman hukuman optimal yang dipakai dalam pasal ini enam th. penjara serta denda Rp12 juta.